UMUM

Learning by Doing!

dr. Ni Luh Ayu11 September 202610 Menit Membaca
Learning by Doing!

OSCE tuh salah satu ujian yang paling bikin deg-degan. Bukan hanya karena harus menguasai materi, tetapi kita juga dituntut buat bisa melakukan keterampilan klinis secara langsung, komunikasi sama pasien, berpikir sistematis, hingga nentuin diagnosis, tatalaksana dan edukasi dalam waktu yang terbatas.

Bagikan:

Tips & Tricks Lulus OSCE 

Jangan Cuma Hafalan, Yuk Learning by Doing!

OSCE tuh salah satu ujian yang paling bikin deg-degan. Bukan hanya karena harus menguasai materi, tetapi kita juga dituntut buat bisa melakukan keterampilan klinis secara langsung, komunikasi sama pasien, berpikir sistematis, hingga nentuin diagnosis, tatalaksana dan edukasi dalam waktu yang terbatas. 

Nah, kalau ada satu tips yang paling penting untuk menghadapi OSCE, jawabannya tuh : 

LEARNING BY DOING!

Jangan cuma baca modul, ngafalin checklist, atau nonton video berulang-ulang guys. Karena pas OSCE, yang dinilai bukan hanya “kamu tahu atau nggak?”, tetapi juga “kamu tuh bisa ngelakuin atau nggak?” 

Yuk kita kupas tuntas!

A.🗣️ Anamnesis : Jangan Cuma Hafal Pertanyaannya, Tapi Latihan Bertanya!

Anamnesis tuh mungkin kelihatannya sederhana karena sebenarnya kita hanya perlu “ngobrol sama pasien”. Tapi justru karena harus dilakukan secara langsung, bagian ini perlu banyak latihan guys.

Salah satu cara biar anamnesis lebih sistematis adalah menggunakan OLDCHARTS (mnemonic by mediko nich guys).

📝 OLDCHARTS

O — Onset

➡️ Kapan sih keluhannya mulai muncul?

L — Location 

➡️ Di mana lokasi keluhannya?

D — Duration 

➡️ Sudah berapa lama keluhannya berlangsung? Terus-menerus atau hilang timbul?

C — Character 

➡️ Seperti apasih rasanya? Misalnya nyeri terasa tajam, tumpul, berdenyut, terbakar, tertusuk, dan sebagainya.

A — Aggravating factors 

➡️ Apa yang memperberat keluhan? Misalnya aktivitas, makanan, posisi tertentu, atau faktor lainnya. 

R — Relieving factors 

➡️ Apa yang membuat keluhan membaik? Misalnya istirahat, obat, perubahan posisi, dan sebagainya. 

T — Timing 

➡️ Apakah keluhan muncul pada waktu tertentu? Misalnya lebih berat pagi hari, malam hari, setelah makan, atau saat aktivitas. 

S — Severity 

➡️ Seberapa berat sih keluhannya? Bisa ditanyakan menggunakan skala nyeri 0–10.

Tapi ingat yah guys jangan sampai OLDCHARTS cuma jadi hafalan mati! 

Coba praktikin langsung bareng temen. Bahkan kalau sedang bertemu pasien dalam kehidupan nyata dan memang ada kesempatan untuk belajar, kita bisa banget loh melatih cara menggali keluhan dengan sistematis. 

Dan buat kamu yang mode introvert tapi tetap mau latihan anamnesis, tenanggg!!!

Kamu bisa latihan pakai Cogni Mediko untuk melakukan anamnesis dengan AI yang dibuat interaktif dan terasa sama persis kaya ngadepin pasien sungguhan. Jadi nggak perlu menunggu ada teman yang available untuk role play guys! Tinggal latihan, latihan, dan latihan! 😀 

B. 🩺 Pemeriksaan Fisik : Harus Hafal Urutannya Kaya Kita Hafal Dance Brazil! 😀 

Kalau anamnesis udah lancar, sekarang waktunya masuk ke pemeriksaan fisik. 

Kesalahan yang sering terjadi saat OSCE adalah langsung loncat ke pemeriksaan organ tertentu karena terlalu fokus pada diagnosis. 

Padahal, biasakan dari awal melakukan pemeriksaan secara sistematis alias urut guys!

Urutan sederhananya tuh: 

Keadaan umum 

↓ 

Tanda-tanda vital 

↓ 

Antropometri 

↓ 

Status generalisata → head to toe 

↓

 Pemeriksaan khusus sesuai kasus

Jadi jangan baru inget tekanan darah pas udah setengah jalan pemeriksaan yah!😂 

Kuncinya lagi-lagi: 

LATIHAN SAMPAI BISA MODE AUTO PILOT

Latihan bisa dilakukan sama temen se-circle, probandus, atau bahkan manekin.

Nah, kalau kamu pengen latihan yang lebih mirip dengan kondisi OSCE sebenarnya, Les OSCE Mediko Offline juga bisa jadi salah satu pilihan guys! Kamu bisa latihan pake manekin dan berbagai alat pemeriksaan yang lengkap, jadi nggak cuma membayangkan “seharusnya alatnya seperti apa sih”, tapi benar-benar pegang, coba, dan praktik langsung.

Truusss kamu juga bisa lho dapet bimbingan langsung dari tutor-tutor berpengalaman yang sudah melewati berbagai tahap ujian, mulai dari preklinik, koas, hingga UKNPDPD. Fix relate dan luar biasa bakal membantu temen-temen pejuang OSCE.

C. 🔬 Pemeriksaan Penunjang : Jangan Takut, Jangan Ragu!

Nah, kalau udah masuk pemeriksaan penunjang, biasanya mulai muncul nih rasa

“Aduh ini perlu nanya pemeriksaan penunjang apaan yaaa 😭”

Padahal sebenarnya banyak pemeriksaan penunjang yang bisa diajuin dengan logika, selama kita memahami penyakitnya.

Misalnya, kalau udah tahu gambaran klinis dan patofisiologi suatu penyakit, kita jadi bisa memprediksi :

“Kalau memang penyakit ini, kira-kira pemeriksaan penunjangnya apaan aja yah, trus tar hasilnya gimana yah?”

Jadi jangan hanya menghafalkan:

penyakit A → lab B ↑ → lab C ↓

Tetapi biasain mengerjakan banyak kasus dan bertanya :

“Kenapa hasilnya bisa seperti ini?”

Semakin banyak kasus yang dikerjakan, semakin lama pola-pola penyakitnya akan terbentuk di kepala.

Lagi-lagi jangan khawatir guys karena di Website OsceMediko banyaaakkk banget latihan soalnya xixixi!

D. 🧠 Diagnosis & Diagnosis Banding : Jangan Hafalan, Latih Clinical Reasoning!

Di bagian ini, menurutku kita benar-benar diuji :

“Kamu benar-benar paham penyakitnya atau cuma hafal?”

Karena saat OSCE, pasien nggak akan datang sambil bilang:

“Halo Dok, saya pasien dengan rheumatoid arthritis.” 😭

Kita yang harus mengumpulkan informasi → menginterpretasikan → menyusun kemungkinan diagnosis → menentukan diagnosis utama dan diagnosis banding.

Makanya daripada menghafalkan daftar diagnosis sampai kepala penuh, lebih efektif kalau kita sering berlatih dengan berbagai macam kasus.

Misalnya:

Keluhan → anamnesis → pemeriksaan fisik → penunjang → diagnosis

Lama-lama otak kita akan terbiasa mengenali pattern.

Nah, kalo kita ikut Les OSCE Mediko Offline, kita bisa memanfaatkan role play kasus bersama tutor. Jadi bukan hanya membaca kasus di kertas, tetapi bener-bener berlatih bagaimana menghadapi skenario OSCE secara langsung.

Karena semakin sering kita menghadapi kasus, semakin kecil kemungkinan kita nge-blank ketika ketemu kasus baru di hari H ujian OSCE.

E. 💊 Tatalaksana : Hafalan? Iya. Tapi Bisa Diakalin!

Oke, bagian yang satu ini memang nggak bisa bohong.

Tatalaksana = hafalan 😂

Terutama obat, dosis, rute, frekuensi, dan durasinya.

Tapi bukan berarti semuanya harus dihafal satu per satu tanpa pola guys.

Salah satu strateginya adalah :

Hafalin “obat wajib” terlebih dahulu.

Misalnya ketika menghadapi penyakit infeksi bakteri, kita perlu tahu dulu nih prinsip antibiotik empiris yang sesuai berdasarkan diagnosis dan kondisi pasien, baru kemudian memperluas ke regimen antibiotik yang lebih spesifik.

Setelah itu, latihan kasus berulang bakal bantu kita mengingat kapan obat tersebut digunakan.

Kalau kamu sering bingung saat menulis resep...

Mediko juga punya PDF Buku Resepyang bisa bantu kamu belajar dan menjadi referensi latihan nulis resep berbagai penyakit.

Selain itu, di web OsceMediko.Id, kamu juga bisa langsung mendapatkan koreksi terhadap jawaban tatalaksana yang udah kamu kerjain lho, jadi kamu nggak cuma tahu “jawabanmu salah”, tetapi bisa membandingkan dengan tatalaksana yang seharusnya.

Jangan lupa juga guys, edukasi pasien termasuk tatalaksana non farmakologi yang penting banget pas OSCE. Sampaikan edukasi dengan bahasa yang sederhana dan jangan lupa pastikan pasien paham yah! Setelah menjelaskan, coba tanya balik, “Ada yang masih ingin ditanyakan atau ada bagian yang masih membingungkan kah Pak/Bu?”Jadi, komunikasinya nggak cuma satu arah, tapi benar-benar dua arah. 🫶

💙 Belajar Sendiri Boleh, Tapi Jangan Berjuang Sendirian Yah 💙

Kalau kamu merasa :

“Aku sebenarnya udah belajar, tapi kok pas disuruh praktik masih bingung yah?”

Itu normal guys!

Justru itu tanda bahwa kamu perlu lebih banyak praktik, bukan sekadar membaca materi lagi dan lagi.

Di sinilah kamu bisa memanfaatkan fasilitas belajar yang ada di Mediko:

✨ Les OSCE Mediko Offline

 → role play kasus

  → belajar bareng langsung dengan tutor berpengalaman

  → manekin dan alat-alat luar biasa lengkap

  → bisa digunakan untuk latihan secara langsung

🤖 Website OsceMediko.Id

 → latihan simulasi kasus  

  → checklist kasus lengkap

  → latihan kapan saja

  → mendapatkan feedback bersama teman

📖 Buku Resep Mediko

 → membantu mempelajari dan mengingat regimen obat serta cara penulisan resep

Karena pada akhirnya, OSCE tuh bukan tentang siapa yang paling banyak menghafal, tetapi siapa yang paling siap ketika harus melakukan.

  Belajar.

  Berlatih.

  Evaluasi.

  Ulangi.

  Dan jangan lupa berdoa. 🤍

Karena kita semua pasti bisa lolos one shot, selama mau terus belajar dan berlatih.

Dan kalau prosesnya bisa ditemani oleh Mediko, kenapa harus berjuang sendirian? 🫶

Good luck, future doctors! See you at the finish line! 🩺✨

Buah duku buah tomat

 Semangat!